Shishamo sangam populer di Jepang dan sering dinikmati pada menu sehari-hari orang Jepang. Karena jumlahnya yang terbatas, banyak produk shishamo asal Iceland dan Canada yang proses produksi serta pengemasan dilakukan di Jepang , lalu di pasarkan di market domestik Jepang.
- Sumber dan Pengolahan: Shishamo banyak ditemukan di sekitar Hokkaido. Pengolahannya meliputi pengeringan dan pengasapan, sering kali disajikan dalam bentuk utuh dengan telurnya, yang menambah kekayaan rasa.
- Konsumsi dan Permintaan: Di Jepang, shishamo dihargai sebagai makanan tradisional dan sering disajikan dalam berbagai bentuk, termasuk sebagai lauk dalam makanan sehari-hari atau sebagai hidangan di restoran. Permintaannya tetap stabil, baik di pasar lokal maupun sebagai produk ekspor.
- Ekspor: Shishamo merupakan item ekspor yang penting, terutama ke negara-negara Asia lainnya, termasuk Indonesia. Kualitas ekspornya dijaga ketat untuk memastikan keaslian dan kesegaran.
- Regulasi dan Keberlanjutan: Industri shishamo di Jepang diatur dengan ketat untuk memastikan praktik perikanan yang berkelanjutan dan menjaga populasi ikan tetap stabil, menghindari overfishing.
- Inovasi Kuliner: Shishamo juga menjadi subjek inovasi dalam kuliner Jepang, dengan chef dan pengusaha makanan terus mencari cara baru untuk mengolah dan menyajikannya.